Sabtu, 16 November 2013

Contoh Kuesioner Penelitian



“Contoh Kuesioner Penelitian Tentang Kepuasan Pelanggan Terhadap Produk “Pisang Goreng Aditi”

1.      Karakteristik Responden
a.       Nama                           :
b.      Umur                           :             Tahun
c.       Jenis kelamin               : Laki-Laki/Perempuan (coret yang tidak perlu)
d.      Pendidikan terakhir     :                                                (sesuai ijazah)
e.       Agama                         :
f.       Pekerjaan                     :
g.      Kewarganegaraan       :
h.      Alamat                        :
i.        No. Telp/Hp                :

Daftar Pertanyaan :
Petunjuk Umum :
v  Untuk pertanyaan pilihan, pilih dan berikan tanda silang (X) pada jawaban yang disediakan, yang menurut anda paling sesuai
1.      Apakah anda mengetahui tentang produk “Pisang Goreng Aditi ?
a.       Ya
b.      Mungkin
c.       Tidak
2.      Apakah rasa dari produk “Pisang Goreng Aditi” sesuai dengan selera anda?
a.       Ya
b.      Mungkin
c.       Tidak
3.      Apakah harga yang ditawarkan produk “Pisang Goreng Aditi” dapat dijangkau oleh masyarakat pada umumnya?
a.       Ya
b.      Mungkin
c.       Tidak
4.      Apakah anda sering mengajak keluarga,temen, dan kerabat untuk mengkonsumsi produk “Pisang Goreng Aditi”?
a.       Ya
b.      Mungkin
c.       Tidak
5.      Jika ada pilihan selain produk “Pisang Goreng Aditi”, apakah anda biasanya memilih jenis produk lain selain produk “Pisang Goreng Aditi”?
a.       Ya
b.      Mungkin
c.       Tidak
6.      Apabila situasi tidak memungkinkan seperti hujan dan banjir terjadi, apakah anda masih tetap ingin mengkonsumsi produk “Pisang Goreng Aditi”?
a.       Ya
b.      Mungkin
c.       Tidak
7.      Bagi anda apakah produk “Pisang Goreng Aditi”, memiliki nilai sosial yang baik?
a.       Ya
b.      Mungkin
c.       Tidak
8.      Menurut anda apakah perlu jika produk “Pisang Goreng Aditi” menyediakan jasa pengantar produk kepada konsumen yang memesan dalam jumlah banyak?
a.       Ya
b.      Mungkin
c.       Tidak
9.      Apakah selama anda mengkonsumsi produk “Pisang Goreng Aditi” pernah mengalami sesuatu yang tidak anda inginkan?
a.       Ya
b.      Mungki
c.       Tidak
1 Apakah para penyedia jasa dari produk “Pisang Goreng Aditi” selalu memberikan pelayanan yang prima kepada konsumennya?
a.       Ya
b.      Mungkin
c.       Tidak

Keterangan :
Nilai dari :
A = 3
B = 2
C = 1
Nilai hasil tingkat kepuasan pelanggan :
a.      10 – 15 = Kurang Puas
b.      16 – 20 = Puas
c.       21 – 30 = Sangat Puas

Tata Cara Sudhi Wadani



A. Persyaratan Administrasi
Bagi seseorang yang akan melaksanakan upacara Sudhi Wadani, baik yang di lakukan oleh perorangan maupun kolektip (massal) diwajibkan terlebih dahulu memenuhi persyaratan administrasi, diantaranya :
1. Membuat surat pernyataan dengan tulus ikhlas untuk menganut agama Hindu, tanpa ada tekanan atau paksaan dari pihak lain.
2. Membuat surat permohonan kepada Parisadha Hindu dharma Indonesia setempat atau lembaga adat untuk pensuddhian.

Minggu, 20 Oktober 2013

PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI NASIONAL

 

A.     Pengertian Ideologi
Istilah ideologi berasal dari kata idea dan logos. Idea berarti gagasan, konsep, pengertian dasar, ide-ide dasar, cita-cita. Kata idea berasal dari bahasa Yunani, eidos yang berarti bentuk atau idein yang berarti melihat. Idea dapat diartikan sebagai cita-cita, yaitu cita-cita yang bersifat tetap dan akan dicapai dalam kehidupan nyata. Dengan demikian, cita-cita ini pada hakikatnya merupakan dasar, pandangan, atau faham yang diyakini kebenarannya. Sedangkan logos berarti ilmu. Secara harfiah, ideologi berarti ilmu pengetahuan tentang ide-ide (the sciene of ideas), atau ajaran tentang pengertian-pengertian dasar.

Fungsi, Ragam dan Laras Bahasa




Bahasa adalah rangkaian bunyi atau simbol sebagai alat komunikasi.
sepengetahuan saya ada 2 tipe bahasa yaitu bahasa lisan dan isyarat.

Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

Bahasa isyarat atau gesture atau bahasa tubuh adalah salah satu cara bekomunikasi melalui gerakan-gerakan tubuh. Bahasa isyarat akan lebih digunakan permanen oleh penyandang cacat bisu tuli karena mereka memiliki bahasa sendiri.

Bahasa memiliki beberapa fungsi yang dapat dibagi menjadi fungsi umum dan fungsi khusus. Fungsi bahasa secara umum adalah sebagai alat untuk berekspresi, berkomunikasi, dan alat untuk mengadakan integrasi dan adaptasi sosial.
Sedangkan fungsi bahasa secara khusus adalah untuk mengadakan hubungan dalam pergaulan sehari-hari, mewujudkan seni(sastra), mempelajari naskah-naskah kuno, dan untuk mengeksploitasi ilmu pengetahuan dan teknologi.

Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi.
Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.

Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.


Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian.


Jenis ragam bahasa
Berdasarkan pokok pembicaraan, ragam bahasa dibedakan antara lain atas:

* Ragam bahasa undang-undang
* Ragam bahasa jurnalistik
* Ragam bahasa ilmiah
* Ragam bahasa sastra

Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:

1. Ragam lisan yang antara lain meliputi:
* Ragam bahasa cakapan
* Ragam bahasa pidato
* Ragam bahasa kuliah
* Ragam bahasa panggung
2. Ragam tulis yang antara lain meliputi:
* Ragam bahasa teknis
* Ragam bahasa undang-undang
* Ragam bahasa catatan
* Ragam bahasa surat

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara

* Ragam bahasa resmi
* Ragam bahasa akrab
* Ragam bahasa agak resmi
* Ragam bahasa santai
* dan sebagainya

secara garis besar dapat disimpulkan.
Macam-Macam dan Jenis-Jenis Ragam / Keragaman Bahasa :
1. Ragam bahasa pada bidang tertentu seperti bahasa istilah hukum, bahasa sains, bahasa jurnalistik, dsb.
2. Ragam bahasa pada perorangan atau idiolek seperti gaya bahasa mantan presiden Soeharto, gaya bahasa benyamin s, dan lain sebagainya.
3. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu wilayah atau dialek seperti dialek bahasa madura, dialek bahasa medan, dialek bahasa sunda, dialek bahasa bali, dialek bahasa jawa, dan lain sebagainya.
4. Ragam bahasa pada kelompok anggota masyarakat suatu golongan sosial seperti ragam bahasa orang akademisi beda dengan ragam bahasa orang-orang jalanan.
5. Ragam bahasa pada bentuk bahasa seperti bahasa lisan dan bahasa tulisan.
6. Ragam bahasa pada suatu situasi seperti ragam bahasa formal (baku) dan informal (tidak baku).

Laras Bahasa

Pada saat digunakan sebagai alat komunikasi, bahasa masuk dalam berbagai laras sesuai dengan fungsi pemakaiannya. Jadi, laras bahasa adalah kesesuaian antara bahasa dan pemakaiannya.

Laras bahasa dapat digolongkan kepada dua golongan besar, iaitu laras biasa dan laras khusus.
  • Laras biasa ialah laras khusus yang digunakan untuk masyarakat umum seeprti bidang hiburan, pengetahuan, peneranagn, dan maklumat.
  • Laras khusus merujuk kepada kegunaan untuk khalayak khusus seperti ahli-ahli atau peminat dalam bidang tertentu dan pelajar-pelajar (rencana, laporan, buku).
Pembeda utama yang membedakan antara laras biasa dengan laras khsus ialah: kosa kata, tatabahasa, dan gaya.

1. Laras Bahasa Biasa, Laras biasa ialah laras khusus yang digunakan untuk masyarakat umum seeprti bidang hiburan, pengetahuan, peneranagn, dan maklumat. Kalimatnya sederhana, ringkas, dan padat. Contoh : Dilarang menginjak rumput.

2. Laras Bahasa Khusus
  • Laras Bahasa Perniagaan
Tujuannya unutk mempengaruhi atau membentuk tanggapan tertentu , atau mengubah sikap dan melakukan tindakan. Digunakan dalam iklan, tender, laporan dan sebagainya , didukung pula oleh gambar, lukisan, grafik, ilustrasi dan sebagainya.
  • Laras Akademik
Meliputi berbagai bidang seperti sains, teknologi, komunikasi, matematik dan sebagainya yang terletak dalam ruang lingkup pendidikan.Dalam penulisan ilmiah, misalnya penulisan thesis, penulis perlu mengikut format tertentu seperti perlu ada catatan bibiliografi (rujukan), nota kaki di bawah muka surat atau nota hujungan di penghujung setiap bab.Menggunaka istilah-istilah yang khusus kepada bidang, dan biasanya perlu dihafal. Contohnya ialah fotosintesis, pecutan, mengawan, pendebungaan dan sebagainya.
  • Laras Bahasa Media
Berita sebagai wacana memiliki struktur teks yang tersendiri, lain dari struktur teks fiksi, dan lain pula dari struktur teks esai dan karya ilmiah. Wartawan atau penulis koran menggunakan bahasa untuk menjelaskan sesuatu menurut cara yang paling mudah diterima sesuai dengan selera sejumlah pembaca koran.

Tiga fitur penting yang harus ada dalam berita koran yang baik, pertama, bahasa yang digunakan mudah. kedua, gaya tulisan yang jelas dan ketuiga, isi tulisan harus akurat. Karena koran diterbitkan untuk masyarakat, maka bahasa koran haruslah sesuai dengan bahasa penggunaan orang-orang. Kalimat yang panjang, berisi beberapa klausa, menggunakan kutipan, metafora, kiasan, istilah teknik, dan sebagainya haruslah dihindari.
  • Laras Bahasa Satra
Memperlihatkan gaya bahasa yang menarik dan kreatif. Bahasanya dapat dalam bentuk naratif, deskriptif, preskriptif, dramatis dan puitis.

Beberapa ciri bahasa sastra:

*Kreatif dan imajinatif: mengandung arti
*Mementingkan penyusunan, pengulangan, pemilihan kata
*Puitis dan hidup: monolog, dialog, dan sebagainya.
*Menggunakan bahas tersirat: perlambangan, kiasan, perbandingan, peribahasa, metafora, simile, , ilusi, ambpersonifikasiiguitas dan sebagainya.
*Ada penyimpangan tata bahasa atau manipulasi bahasa.
  • Laras Bahasa Agama
Berisi istilah agama dari bahasa Arab. Struktur ayatnya banyak dipengaruhi struktur bahasa Arab. Disisipkan dengan kutipan dari al-Quran dan hadis.

RAGAM DAN LARAS BAHASA

Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Berbeda dengan dialek yaitu varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi tersebut ias berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi banana baku itu sendiri . Variasi di tingkat leksikon, seperti slang dan argot, sering dianggap terkait dengan gaya atau tingkat formalitas tertentu, meskipun penggunaannya kadang juga dianggap sebagai suatu variasi atau ragam tersendiri .
Jenis ragam bahasa

Ejaan, Penulisan Huruf & Tanda Baca dalam B. Indonesia

Penggunaan bahasa Indonesia yang baik yaitu bisa diterima oleh komunikan & penggunaan bahasa yang benar yaitu sesuai dengan kaidah bahasa.
Sejarah ejaan Bahasa Indonesia :
  • Ejaan van Ophuijsen (1901-1947) diambil dari masa penjajahan Belanda
  • Ejaan Soewandi (1947-1972) karena Soewandi menteri pada masa pemerintahan waktu itu.
Pemakaian Huruf :
 
1. Huruf Kapital :
 
  • Awal kalimat
  • Berkenaan dengan agama, kitab suci, nama Tuhan termasuk kata gantinya
  • Huruf pertama petikan langsung. Contoh : Mahasiswa bertanya, “Mengapa harus berubah?”
  • Gelar Kehormatan, Keagamaan, Keturunan diikuti nama orang. Contoh : Sultan Hamengkubuwono
  • Nama jabatan atau pangkat diikuti nama orang
  • Huruf pertama unsur nama orang
  • Nama bangsa, suku, dan nama bahasa
  • Nama tahun, bulan, perisstiwa sejarah, hari raya
  • Menyatakan nama dalam geografi. Contoh : Danau Toba.
  • Kata yang menyatakan nama lembaga, pemerintahan, ketatanegaraan dan dokumen resmi
  • Huruf pertama nama bukum majalah, buku karangan, kecuali partikel (ke, di, dari, yang)
  • Huruf pertama istilah kekerabatan, sebagai kata ganti sapaan. Contoh : Ayah mau kemana? (Dia adalah ayah saya)
  • Kata yang menyatakan nama gelar, pangkat & istilah sapaan. Contoh : Ir. Dr.
  • Nama kota yang mengikuti produk
  • Nama produk karya seni. Contoh : ukiran Jepara.
  • Nama julukan. Contoh : Si Cantik.
2. Penulisan tanda baca
 
  • Tanda titik
    • Untuk nama gelar dan nama orang. Contoh : Rizki, S. H.
    • Penulisan singkatan dua kata. Contoh : a.n. (atas nama)
    • Angka yang menyatakan jumlah. Contoh : 5.000 anak.
    • Penulisan judul, singkatan satuan, daftar angka, penulisan bab tidak menggunakan titik.
  • Tanda koma
    • Digunakan dalam unsur – unsur atau bilangan. Contoh : Siswa butuh pensil, buku, dan tas.
    • Digunakan untuk kalimat majemuk.
    • Tidak digunakan pada kalimat yang diawali dengan induk kalimat. Contoh : Ia tidak masuk kuliah karena menyelesaikan mata kuliah lain.
    • Untuk menghubungkan kata transisi. Contoh : oleh karena itu, bahkan, lagipula, jadi, misalnya.
    • Wah, aduh, oh menggunakan tanda seru (!), kalau hanya satu kata.
    • Digunakan untuk menulis alamat yang menyamping.
    • Digunakan untuk mengapit keterangan tambahan. Contoh : Gubernur DKI Jakarta, Jokowi.