Sabtu, 01 Februari 2014

Kekuatan Gaib dari Tumbuhan



Mengenal Benda-Benda Gaib Yang Berasal
dari Tumbuh-Tumbuhan

15.  Les Dadap
            Benda ini berasal dari tumbuhan dadap, kalau masyarakat Bali sering menyebutnya Taru Sakti. Bila tumbuhan dadap/taru sakti tersebut berisi les, maka pada malam harinya, terutama pada hari-hari keramat bagi masyarakat Hindu Bali, yaitu ; Kajeng Kliwon, Tumpek, Tilem dan Purnama, maka tumbuhan tersebut akan mengeluarkan sinar berkilauan dan hal ini dapat dilihat oleh orang-orang yang berjodoh memilikinya. Besarnya les dadap ini tergantung dari Anugrah Dewata, yaitu bisa sebesar kepalan tangan anak kecil sampai kepalan orang dewasa. Biasanya les dadap ini memiliki tiga warna yaitu petak (putih), pita(kuning) dan coklat. Adapun kegunaan dari les dapdap ini adalah untuk penjaga pekarangan rumah beserta isinya dari serangan ilmu hitam dan juga sebagai pengasih wong kabeh, juga pengasih para Dewata. Tempatkan les ini ditempat yang bersih dan suci, kemudian aturkan canang burat wangi, lenga wangi setiap hari tilem dan purnama.


16. Les Gedebong
            Benda ini berasal dari tumbuhan pisang dari segala jenis. Les ini warnanya mirip dengan batang pohonnya, yaitu hijau kecoklatan. Bila pohon pisang berisi Les, maka akan bersinar pada waktu malam dan akan sulit untuk ditebang, kecuali sudah diberi restu oleh Dewata. Bagi orang yang berjodoh dengan benda ini, biasanya tanpa sengaja diberi wangsit pada saat menebang pohon pisang tersebut. Wangsit/cirinya yaitu pada saat menebang pohon pisang maka alat yang digunakan untuk menebang ( pisau, blakas, sabit, dsb) akan terpental, tidak mampu melukai pohon pisang tersebut. Maka segeralah membuat sesajen pejati lengkap dengan segehannya, untuk memohon kepada Dewata agar diberikan nunas les gedebong tersebut. Niscaya setelah memohon ijin maka pisang tersebut akan mudah dipotong dan didalamnya akan ditemui benda gaib les gedebong. Adapun kegunaan dari les gedebong ini adalah untuk membuat diri kebal dari segala jenis senjata ( keris, pisau, tombak, pistol, dsb). Disamping juga untuk penyengker pekarangan rumah dari serangan ilmu gaib, dengan cara merendam les gedebong dengan air laut, kemudian dipercikkan dilingkungan pekarangan rumah.

17. Les Jepun
            Benda ini berasal dari tanaman kamboja bali yang tumbuhnya ditempat-tempat suci maupun ditempat-tempat angker yang dihuni oleh makhluk-makhluk halus. Bila berjodoh dengan benda ini, maka pada malam harinya akan melihat sinar kemerahan pada pohon kamboja tersebut. Bagi anda yang melihat sinar itu, maka jangan tergesa-gesa untuk menebang pohon kamboja tersebut. Carilah hari baik yaitu Tilem atau Purnama, dengan menghaturkan sesajen Pejati dengan segehannya. Setelah memohon ijin pada malam harinya, niscaya pohon kamboja tersebut akan mudah ditebang, dan didalamnya akan dijumpai les jepun, yang besarnya tergantung anugrah Dewata.  Biasanya warna les jepun ada dua macam yaitu petak (putih) dan ireng (hitam). Kegunaan dari benda ini adalah untuk memuja Dewata ( cocok untuk pemangku, balian dan sulinggih), sehingga segala keinginan- nya akan cepat tercapai. Disamping itu juga untuk pengasih wong kabeh (manusia) sehingga dijauhi dari segala permusuhan dan juga untuk kelancaran rezeki ( cocok untuk pedagang, pengusaha ).
18. Penyalin Sapta Petala Wisesa
            Penyalin/rotan ini memiliki ciri-ciri, yaitu ujungnya tertancap ke pertiwi (tanah). Bagi orang yang berjodoh menemukan benda ini, maka sebelum memotongnya, diusahakan memohon ijin dengan mengaturkan banten pejati dengan segehan manca warna. Setelah memohon ijin maka pohon rotan yang ujungnya menancap kepertiwi dan tumbuh lagi seperti tunas, itulah yang dipotong, jangan pohon rotan yang lainnya. Kegunaan dari benda ini adalah untuk menolak serangan ilmu hitam, maling, tuyul dan melindungi/menjaga seisi rumah dari segala jenis perbuatan jahat yang dilarang oleh ajaran Agama. Bila dipakai sebagai tongkat dan dibawa dimalam hari, maka semua makhluk halus dan seananing leyak akan menjauh karena takut dengan pancaran gaib dari benda ini.

19. Tiing Jagasatru
            Tiing/bambu ini memiliki ciri-ciri yaitu ruasnya terbalik satu ke bawah ( bukun ipun mebalik asiki marep tuun) tidak seperti pada umumnya bambu yang lasim, yaitu ruasnya semua keatas. Bagi orang yang berjodoh dengan benda ini, maka pada malam harinya dia akan melihat sinar berkilauan disebatang pohon bambu tersebut. Untuk mendapat- kannya harus mohon ijin dengan menghaturkan banten pejati dan segehan manca warna. Niscaya tiing jagasatru akan terlihat dan dengan mudah untuk ditebang. Kegunaan dari benda ini adalah untuk menolak serangan ilmu hitam, pencuri, tuyul dan serangan dari makhluk halus (jin, wong samar, memedi, tonya, dsb) dan juga untuk mengalahkan karang angker.

20. Mirah Delima
            Benda ini berasal dari buah delima yang besarnya sama dengan bijinya. Rupanya mirip dengan biji buah delima. Warnanya ada yang kemerah-merahan, ada juga yang berwarna merah semu putih. Untuk menguji keaslian dari benda ini, maka masukkanlah ke dalam gelas yang berisi air bening, maka air akan berwarna merah. Kegunaan dari benda ini adalah untuk usada (pengobatan) sakit bikinan ilmu hitam ( bebai, buduh, dsb) dengan cara memberi minum air rendaman mirah delima, niscaya dengan anugrah Dewata sakitnya akan sembuh. Disamping itu juga untuk menjaga keselamatan diri, kewibawaan (cocok bagi pejabat) dan ketenangan pikiran ( cocok bagi rohaniawan dan penekun spiritual).

21. Minyak Buda Kecapi
            Minyak ini berasal dari buah pohon kelapa langka dan angker, yaitu pohonnya bercabang tiga, lima, tujuh ataupun sembilan. Sebelum mengambil buah kelapa dari pohon kelapa yang bercabang, terlebih dahulu memohon ijin dengan menghaturkan banten pejati dan segehan. Setelah itu baru mengambil buah kelapa dari masing-masing cabangnya. Untuk menjadikan minyaknya memiliki kekuatan gaib, maka buah kelapa tersebut diolah pada hari Purnama dan setelah diperoleh minyaknya kemudian dimohonkan pasupati. Kegunaan minyak kelapa ini adalah untuk ramuan dari usada, memperlancar rezeki (pedagang, pengusaha makanan dan minuman ), memperlancar jodoh, keharmonisan berumah tangga, dikagumi dan dicintai oleh banyak orang. Penulis mengoleksi minyak gaib ini.

22. Sampat Rudra Murti
            Benda ini kelihatan sederhana, tetapi memiliki kekuatan gaib yang dashyat. Jarang orang yang memper- hatikan dan menggunakan benda ini.Benda ini terbuat dari lidi/urat batang daun aren. Buatlah lidi/urat daun aren tersebut sebagai sapu khusus, dan diikat dengan benang tridatu (putih, merah dan hitam). Caranya dengan mengambil  daun aren pada hari Kajeng Kliwon Uwudan, pada pohonnya dengan menghaturkan canang atau banten pejati, dimohonkan kepada Dewa penguasa tumbuhan, kemudian diambil semua lidi/urat daunnya dan dibentuk menjadi sapu. Kemudian dimohonkan pasupati kepada Dewa Siwa, yaitu pada hari Purnama. Kegunaannya adalah untuk menjaga bayi yang baru terlahir sampai umur 1 oton, dari gangguan ilmu hitam, menghindari serangan/gangguan binatang ( tikus, ular, kelabang, kalajengking, dsb) dan jika dipakai memukul orang yang menguasai ilmu hitam, niscaya ilmunya akan hilang musnah dan orang tersebut akan menderita lahir bathin, hal ini dilakukan jika anda diganggu dan diserang oleh orang berilmu hitam. Bisa dibawa pada malam hari untuk menjaga diri dari serangan ilmu hitam dan juga makhluk halus. Buktikan sendiri !!!

23. Watuning Taru Kusuma
            Benda ini berasal dari getah tumbuh-tumbuhan yang sudah membatu dan mengkristal, sangat langka dan jarang ditemukan. Bagi orang yang berjodoh, maka benda ini akan ditemukan menempel di batang pohon-pohon angker, seperti pohon beringin, kepuh, pule, jati, nangka, majegau, cendana dsb.  Warnanya tidak terang dan juga ada berwarna kuning keemasan. Kegunaan- nya sebagai ramuan obat untuk penyakit kulit,  tenggorokan, perut, panas, muntah darah, dsb. Dan bisa dipakai sebagai permata cincin atau mata kalung, berguna untuk menjaga keselamatan dan melindungi diri dari serangan ilmu hitam.

24. Pompongan Boma Raksa
            Benda ini berasal dari buah kelapa yang digigit oleh tupai sampai berlubang. Lubang pada buah kelapa tersebut banyaknya dua. Benda gaib ini jarang ditemukan, kecuali orangnya berjodoh. Bersihkan isi dari pompongan tersebut dengan air laut ditambah pasirnya, sampai didalamnya betul-betul bersih tanpa ada sisa kotoran buah kelapa. Kemudian pada hari baik, yaitu tilem atau purnama, buatkan sesajen pejati dan segehannya dimohonkan kepada Betara Siwa kekuatan gaib sambil memasukkan 9 buah dupa menyala kedalam pompongan tersebut, untuk menyucikan dan memasukkan kekuatan gaib Betara Siwa. Setelah sesajen dihaturkan dengan hati suci dan permohonan yang tulus, kemudian pompongan tersebut digantung di rumah yang berhadapan dengan pemesu (jalan keluar rumah). Kegunaan benda ini adalah untuk melindungi seisi rumah dari serangan ilmu hitam, gangguan buta, kala bucari dan semua jenis makhluk halus tidak berani memasuki pekarangan rumah yang memiliki benda ini. Setiap hari-hari keramat, seperti kajeng kliwon, tumpek, tilem dan purnama menghaturkan canang burat wangi lenga wangi dan menghasapi benda ini dengan 9 buah dupa, niscaya kekuatan gaibnya akan terus menjaga seisi rumah.

25. Umbin Banah
            Benda gaib ini berasal dari umbi tumbuhan banah (sejenis tanaman umbi-umbian). Sangat jarang ditemukan, kecuali bagi orang yang berjodoh. Biasanya tumbuh di hutan-hutan lebat ataupun kawasan angker yang dihuni oleh makhluk-makhluk halus. Mungkin pembaca pernah mendengar cerita, bahwa babi hutan tidak mempan ditembak oleh senapan ataupun senjata mesin yang lain. Hal ini disebabkan karena babi hutan tersebut memakan umbin banah, sehingga tubuhnya kebal dari segala jenis senjata. Kegunaan dari benda gaib ini adalah untuk membuat seseorang kebal dari segala jenis senjata ( keris, tombak, pedang, bambu runcing, senapan mesin ) dan juga membuat kekuatan orang yang membawa benda ini berlipat-lipat, seperti kekuatan gajah.

26. Minyak Surya Akasa Wijaya
            Minyak ini berasal dari dalam buah kelapa yang masih utuh. Minyak ini sangat langka dan jarang ditemukan kecuali bagi orang yang berjodoh. Minyak kelapa tersebut sudah ada di dalam buahnya pada saat masih ada di pohonnya. Minyak gaib ini merupakan anugrah Dewa Surya. Bagi pembaca yang menemukan minyak ini, segera minyak tersebut ditempatkan pada sebuah botol, kemudian haturkan sesajen pejati dengan segehannya kepada Dewa Surya, memohonkan agar kekuatan gaibnya menyatu dengan orang yang menemukannya. Kegunaan dari minyak ini adalah untuk mengobati segala penyakit yang dibuat oleh ilmu hitam, menambah kewibawaan bagi pemakainya, pengasih wong kabeh, menyengker dan melindungi pekara- ngan rumah dari serangan ilmu hitam dan makhluk halus.

Merawat, Menjaga dan Membangkitkan kekuatan Benda-Benda Gaib
Bila pembaca yang budiman, memiliki salah satu benda-benda gaib diatas, hendaknya tetap dijaga dan dipelihara kekuatan gaibnya dengan cara sebagai berikut:
1) Melaksanakan Yadnya Pemendak dan Puja Pasupati. Setelah benda-benda gaib yang diperoleh, maka pembaca sepatutnya melakukan pemendak dan selanjutnya mengadakan Pemasupatian. Sesajen pemendak dapat berupa banten Pejati dengan segehan manca warna, sedangkan sesajen pemasupatian dapat berupa banten Peras Pejati mebe ayam mepanggang mebulu putih, tebasan durmanggala, bayuan, Prayascita, Klungah nyuh gading, segehan manca warna ( dapat disesuaikan dengan keadaan/dresta masing-masing daerah). Melakukan Pemendak dan Pemasupatian dapat dilakukan sendiri atau minta bantuan kepada para Spiritualis/Balian/Pemangku yang mendalami mengenai hal ini. Dengan melakukan kegiatan ritual diatas maka kekuatan gaib yang ada pada benda akan tetap terpelihara bahkan kekuatannya akan berlipat ganda sesuai dengan kegunaannya masing-masing. Bagi pembaca yang ingin melakukan pemasupatian sendiri, Penulis akan memberikan Puja Mantra Pasupati sbb :
Puja Mantra 1 : ” Om bayu sabda idep, hurip bayu, hurip sabda, hurip hidep, hurip serana, huriping hurip yanama swaha”
Puja Mantra 2 : ” Om Sanghyang Saraswati, tumurun sakeng surya candra, angurip pasupati maha sakti, angurip panugrahan maha sakti, angurip pangurip maha sakti, angurip sehananing daging buana kabeh, Sanghyang Saraswati turun sakeng surya, Dewi Saraswati turun sakeng candra, angurip tampaking bayunku, angurip saluiring rerajahan, angurip saluiring dagingin pertiwi wisesa, Om Brahma Wisnu Iswara, angurip saluiring karya, Sanghyang Sapa Mandi ring untu, Sanghyang Sarpa Naga ring lidah, Sanghyang Pasupati ring idepku, Om Pasupati petastra yanama swaha”.
2) Menghaturkan sesajen pada hari-hari keramat dan suci. Hari-hari keramat dan suci yang dimaksud adalah pada hari bertepatan dengan kajeng kliwon, tumpek, tilem, purnama, pujawali di Pura Dadya/Panti, pujawali Pura Kahyangan Desa.
3) Berbuat sesuai dengan Ajaran Agama, terutama ajaran Tri Kaya Parisuda. Bagi pembaca, yang ingin benda-benda gaibnya tetap dimiliki dan berguna sesuai dengan fungsinya maka sepatutnya melaksanakan ajaran Agama, karena kalau perbuatan kita bertentangan dengan ajaran Agama maka benda-benda gaib yang dimiliki akan hilang kekuatan gaibnya atau melecat (menghilang secara gaib), kembali ke alam asalnya.

1 komentar:

  1. saya rasa ini bukanlah karya dari buah pikiran anda, tetapi anda mengambil dari sumber lain tanpa memberikan link sumber.....

    #Copaster yg tidak bermutu....
    ckckckk...

    Posting di blog alangkah baiknya anda mengunakan hasil buah dari pikiran anda sendri, bukan dari pikiran orang lain.....

    visit = diva-yana.blogspot.com

    BalasHapus