Minggu, 06 Oktober 2013

canang genten

bahan dan cara menatanya:
ituk-ituk/ceper/taledan sebagai alas, plawa, base tubungan, wadah lengis/uras sari, bunga, kembang rampe, boreh dan minyak miik.

Sabtu, 05 Oktober 2013

Banten Byakala

sidi byakaon
Add caption
alasnya menggunakan sidi,





diatas sidi secara berturut-turut diletakkan:
kulit sesayut  yang dibuat dari daun kelapa yang warnanya hijau (slepan), diatas kulit sesayut ditempelkan aled peras yang dibuat dari daun pandan berduri atau pandan wong, diatas aled peras diletakkan nasi metimpuh, nasi metajuh yang kemudian

Prayascita

Banten Prayascita merupakan banten pelengkap dari runtutan Byakala dan juga Caru. Banten ini dipergunakan dalam sebuah upacara yang bertujuan untuk membersihkan sesuatu yang baru selesai dibuat seperti sebuah bangunan yang baru selesai dibangun/renovasi atau juga untuk pembersihan diri apabila terkena cuntaka.

Tipat Kelanan

bahan dan cara menata:
alasnya menggunakan tamas,
diatasnya diletakkan 6 buah tipat nasi (akelan),
1 buah celemik berisi telur rebus yang dipotong menjadi 8 potong,
1 kojong berisi rerasmen,
1 kojong berisi porosan, bunga dan kembang rampe,
1 buah canang genten diletakkan diatasnya,
sesari
pustaka: mejejahitan dan metanding, foto: yahoo.

Canang Meraka

canang meraka dihaturkan sebagai canang pekideh pada setiap ada rahinan.
bahan dan cara menatanya:
alasnya dipakai ceper/tamas, dilengkapi dengan plawa, porosan, pisang, tebu, kekiping, diatasnya diletakkan uras sari yang disusuni dengan bunga, kembang rampe, boreh dan minyak miik.
pustaka: yadnya

Jumat, 04 Oktober 2013

Upacara Melaspas

Melaspas wajib dilakukan bagi keluarga Hindu yang telah selesai mendirikan rumah tinggalnya. Selain rumah tinggal upacara melaspas juga dilakukan terhadap bangunan lain seperti bangunan suci(pura,merajan dll) hotel, kantor, toko bahkan kandang. Upacara melaspas bertujuan untuk membersihkan dan menyucikan bangunan secara niskala sebelum digunakan atau ditempati. Melaspas dalam bahasa Bali memiliki arti Mlas artinya Pisah dan Pas artinyany Cocok, penjabaran arti Melaspas yaitu sebuah bangunan dibuat terdiri dari unsur yang berbeda ada kayu ada pula tanah(bata) dan batu, kemudian disatukan terbentuklah bangunan yang layak(cocok) untuk ditempati.
Upacara Melaspas wajib dilakukan Umat Hindu di Bali dan telah menjadi tradisi hingga kini, Melaspas dilakukan bertujuan untuk terciptanya ketenangan dan kedamaian bagi anggota keluarga yang tinggal di rumah tersebut terhindar dari hal-hal yang tidak diiginkan.
Tingkatan upacara melaspas, seperti halnya upacara-upacara lainnya yaitu:
  1. Kanista, upacara yang dilakukan paling sederhana
  2. Madya, Upacara yang dilakukan tergolong sedang.
  3. Utama, Upacara yang dilakukan tergolong besar.
Sebelumnya dilakukan upacara Melaspas, dilakukan terlebih dahulu mecaru.
  • Nedunang Bhutakala
  • Menghaturkan Labaan
  • Mengembalikan ketempatnya masing-masing.
Selanjutnya baru dilakukan upacara Melaspas, Rangkaian upacara melaspas sebagai berikut:
  1. Mengucapkan orti pada mudra bangunan
  2. Memasang ulap ulap pada bangunan, ulap ulap dipasang tergantung jenis bangunan ( ulap ulap kertas yang ditulis dengan hurup rajahan ).
  3. Bila bangunan tersebut tempat suci maka dasar banguan digali lubang untuk tempatkan pedagingan, kalau bangunan utama di isi pedagingan pada puncak dan madya juga, pada bagian puncak diisi padma dari emas.
  4. Pangurip urip,arang bunga digoreskan pada tiap tiap bangunan (melambangkan tri murti, Brahmana, Visnu, Iswara), jadi umat Hindu Bali percaya bahwa bangunan yang didirikan tersebut menpunyai daya hidup.
  5. Ngayaban banten ayaban dan ngayaban pras pamlaspas yang didahului memberikan sesajen pada sanggah surya ( Batang bambu yang menjulang tinggi)
  6. Ngayaban caru prabot
  7. Ngeteg-Linggih. Bila yang di Melaspas adalah tempat suci (palinggih), lalu upacaranya di tingkat madya dan nistaning utama bisa dilaksanakan sekaligus. (Drs.I Nyoman Singgih Wikarman)
Puncak upacara melaspas umumnya disertai dengan menancapkan tiga jenis bentuk banten yang disebut ”Orti”. Tiga jenis banten Orti itu adalah Orti Temu, Orti Ancak dan Orti Bingin. Tiga Orti ini menggambarkan makna dari rumah tinggal tersebut. Orti Temu sebagai simbol yang melukiskan rumah tinggal itu setelah dipelaspas bukan merupakan rangkaian bahan-bahan bangunan yang bersifat sekala semata yang tak bernyawa, tetapi sudah ditemukan dengan kekuatan spiritual yang niskala dengan upacara yadnya yang sakral. Ini artinya rumah tinggal itu sudah hidup atau ”maurip” secara keagamaan.
Kesimpulannya, Upacara Melaspas dilakukan bertujuan untuk memohon kepada Hyang Widhi Wasa agar bagunan yang akan ditempati diberikan anugerah keselamatan dan kerahayuan bagi semua yang ada didalamnya.
**dari berbagai sumber

Kata-kata yang sering di gunakan dalam membuat makalah/skripsi



Kata-kata yang sering di gunakan
dalam membuat makalah/skripsi


Pengertian makalah/skripsi :
       Makalah merupakan sebuah laporan tertulis yang dikerjakan untuk sebuah gambaran dari hasil penelitian yang sedang dikerjakan. Makalah pada umumnya dikerjakan oleh siswa atau mahasiswa untuk menciptakan sebuah karya ilmiah dalam bentuk tulisan, namun makalah berbeda dengan proposal. Sedangkan Skripsi merupakan karya tulis ilmiah berdasarkan hasil penelitian lapangan dan atau studi kepustakaan yang disusun mahasiswa sesuai dengan bidang studinya sebagai tugas akhir dalam studinya.
1. Format contoh makalah
a.       Bagian Pembuka Makalah
Yaitu berisi tentang salam pembuka dari penulis makalah
b.      Halaman judul.
Halaman judul pada karya tulis ilmiah adalah halaman yang sama isinya dengan sampul. Ada empat bagian yang tertulis pada keduanya, yaitu:
1. judul karya tulis
2. maksud penulisan
3. nama penulis
4. nama lembaga dan tahun pembuatan.
       Judul karya tulis ditulis pada seperempat halaman bagian paling atas, maksud penulisan ditulis pada seperempat halaman bagian kedua dari atas, nama penulis ditulis pada seperempat halaman bagian ketiga dari atas, dan nama lembaga ditulis pada seperempat halaman bagian paling bawah.


c.       Halaman pengesahan.
       Lembar pengesahan proposal skripsi berisi tanda tangan dan nama lengkap beserta gelar dari judul skripsi, pembuat, pembimbing dan penguji. Siapa saja yang berhak dicantumkan namanya sebagai orang yang mengesahkan makalah tersebut. Umumnya, yang terlibat dalam lembar pengesahan yaitu si pembuat makalah sendiri, Pimpinan, Kepala Sekolah, dan Guru Pembimbing.
d.      Kata pengantar.
       Kata pengantar merupakan bagian dari makalah, skripsi, maupun karya ilmiah yang lainnya. kata pengantar adalah mukaddimah dari sebuah makalah, Kata pengantar makalah yang baik yaitu kata pengantar yang mencakup isi dari keseluruhan makalahnya.  Yang membahas apa  yang  sebenarnya dibahas pada makalah.
       Di dalam kata pengantar kita bisa menuliskan ucapan terimakasih kepada siapa saya yang pernah terlibat dalam pembuatan makalah, saya berikan contoh. Terimakasih kepada Tuhan  yang  telah memberikan kesehatan selama proses pembuatan makalah ini. Kata  Pengantar   berisi  tentang  rasa syukur,  judul makalah, permohonan maaf  dan  permintaan saran.
e.       Daftar isi.
       Daftar Isi selalu tidak pernah lepas dari pembuatan makalah. Mau tidak mau di dalam sebuah makalah haruslah terdapat daftar isi yang merupakan tulang punggung suatu makalah tersebut. Merupakan daftar atau halaman yang ingin dibahas termasuk penomoran halaman pada makalah yang ingin dibuat. Tentunya pembuatan daftar isi ini juga harus sesuai dan dengan urutan yang sistematis.
2. Bagian Isi Makalah
1.      Pendahuluan
Pendahuluan makalah adalah ulasan penjelasan dari makalah yang menerangkan bagian-bagian dari isi makalah, misalnya latar belakang pembuatan makalah, rumusan masalah dan tujuan penulisan.

2.      Latar belakang masalah.
Dasar atau titik tolak untuk memberikan pemahaman pada pembaca atau  juga pada pendengar mengenai apa yang ingin kita sampaikan. Latar belakang yang benar harus disusun dengan sejelas mungkin dan bila perlu disertai dengan data atau fakta yang mendukung. 
3.      Rumusan masalah.
Kalimat tanya yang tegas dan jelas mengenai apa pemecahan masalah yang di cari dalam penelitian tersebut supaya menambah ketajaman masalah
4.      Tujuan penelitian.
Tujuan penelitian merupakan rumusan kalimat yang menunjukkan adanya hasil, sesuatu yang diperolah setelah penelitian penelitian selesai, sesuatu yang  akan dicapai/dituju dalam sebuah penelitian. Rumusan tujuan mengungkapkan keinginan peniliti untuk memperoleh jawaban atas permasalahan penelitian yang diajukan.
5.      Manfaat penelitian. 
Setiap hasil penelitian pada prinsipnya harus berguna sebagai penunjuk praktek pengambilan keputusan dalam artian yang cukup jelas. Manfaat tersebut baik bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan manfaat bagi peneliti sendiri.
3. Tinjauan Teori
1.      Pembahasan teori
            Seperangkat kontruksi (Konsep), definisi dan proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematika melalui spesifikasi hubungan antar fariabel, sehingga dapat berguna untuk menjalankan dan meramalkan fenomena. Kerangka pemikiran dan argumentasi keilmuanmenjelaskan konstelasi hubungan antar variabel yang akan diteliti. Kerangka pemikiran merupakan suatu bentuk Proses dari keseluruhan dari proses penelitian dimana Kerangka pemikiran harus menerangkan:
1.  Mengapa penelitian dilakukan.
2. Bagaimana proses penelitian dilakukan.
3. Untuk apa hasil penelitian diperoleh.
2.   Pengajuan hipotesis 
Dari arti katanya, hipotesis memang dari dua penggalan kata. Kata “Hypo” yang artinya “DI BAWAH” dan “THESA” yang artinya “KEBENARAN” jadi Hipotesis merupakan jawaban Research Question yang diajukan, kemudian cara menulisnya disesuaikan dengan ejaan bahasa Indonesia menjadi hipotesa, dan berkembang menjadi hipotesis.
4. Metodologi Penelitian
1.      Waktu dan tempat penelitian.
Menjelaskan waktu serta rempat penelitian tersebut
2.      Metode dan rancangan penelitian.
Cara atau jalan dalam membuat makalah serta pembuatan rancangan tulisan terlebih dahulu
3.      Populasi dan sampel.
Keadaan penenitian yang di tuju sedangkan sampel contoh bahan dari penelitian tersebut
4.      Instrumen penelitian.
Aturan, pengarahan,intruksi yang di lakukan dari orang lain/ pembimbing
5.      Pengumpulan data dan analisis data. 
Pengumpulan seluruh data-data dalam hal obyektifnya suatu makalah guna untuk membantu agar pembaca mengetahui penelitian tersebut benar adanya.

5. Kesimpulan dan Saran
1.      Simpulan
Bagian terakhir dari sebuah makalah, merupakan ringkasan dari semua isi pembahasan makalah.
2.      Saran
Berisi saran-saran yang sekiranya perlu di sampaikan oleh penulis  kepada pihak-pihak yang terkait.
6. Bagian Penunjang
3.      Daftar pustaka.
Bagian akhir dari makalah yang menyajikan sumber-sumber penulisan makalah tersebut. Dalam daftar pustaka ini akan diterangkan darimana seseorang mendapat bahan untuk melengkapi materi makalahnya. Daftar pustaka sebaiknya ditulis dengan detail dan terperinci agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan di kemudian hari.